0

Gairah Betualang Mencari Pengalaman

Petualangan merupakan aktivitas paling seru dan sangat menyenangkan. Gairah bertualang demi mencari pengalaman telah menjadi hobi yang sering diwujudkan dalam bentuk perjalanan.

Oleh Sahmat Darmi

Banyak pengalaman dapat dipetik dari sebuah proses perjalanan. Selanjutnya, banyak pelajaran penting bisa diserap dari pengalaman yang diraih. Proses pembelajaran berdasarkan pengalaman itu menjadi bekal menjalani kehidupan. Seperti halnya yang sering dilakukan oleh komunitas Jelalah Lombok yang hobi bertualang.

Aktifitas menjelajah yang dilakukan tidak sekadar menjadi agenda pengisi kekosongan. Terkadang, komunitas jelajah tersebut mengunjungi tempat – tempat terisolir. Berbagi kebahagiaan bersama orang – orang yang kesannya terpinggirkan atau termarginalkan. Terutama orang – orang yang bermukim di pelosok terpencil dan jauh dari jangkauan fasiltas umum yang memadai.

“Kita menjelajah tidak hanya untuk bersenang – senang. Tapi kita mencoba untuk menawarkan sesuatu yang bernilai. Misalnya ketika perayaan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional,red) kemarin. Kita menjelajah ke pelosok – pelosok untuk memoret kondisi sekolah yang belum disentuh pemberdayaan,” kata Ahmad Herkiandi, Ketua Komunitas Jelajah Lombok ketika dijumpai awal September 2016 lalu.

Momentum perayaan Hardiknas menjadi kesempatan bagi komunitas ini untuk memantau aktifitas pelajar yang bersekolah di lokasi yang terisolir. Seperti halnya aktifitas para peserta didik yang bersekolah di kaki Gunung Rinjani. Para pelajar yang bermukim di perbatasan hutan lindung itu menuntut ilmu di SD Filial. Jarak tempuh masing – masing pelajar dari rumah menuju sekolah rata – rata mencapai angka diatas 10 kilometer.

Rasa penasaran menantang Ahmad Herkiandi bersama rekan – rekannya untuk menelusuri medan yang ditaklukkan para pelajar itu ketika menuntut ilmu. Ia memutuskan untuk ikut merasakan sensasi sepak – terjang para pelajar tersebut dan menelusuri lambung hutan.

“Saya pernah mengikuti mereka sekali. Karena penasaran, saya juga sambil mengabadikan aktifitas mereka. Ternyata medannya itu tidak main – main. Selain jarak yang ditempuh lumayan jauh,” katanya.

Setelah memahami asam – garam perjuangan para pelajar dalam menuntut ilmu di pelosok tersebut, Komunitas Jelajah Lombok berinisiatif untuk mendistribusikan bantuan ke sekolah. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dari beberapa donatur yang rela berbagi untuk sesama.

“Setelah beberapa kali melakukan survei, kami mencoba untuk berupa menggalan bantuan untuk mereka. Bantuan yang kami terima berbentuk buku, baju layak pakai. Uang juga kita kumpulkan karena sekolahnya membutuhkan anggaran,” tuturnya.

Sekolah yang mereka berikan bantuan itu didirkan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Warga Desa Semokan Ruak, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) tersebut berdiri atas dasar inisiatif masyarakat. Warga setempat sadar mengenai arti penting proses pendidikan yang harus diakses oleh anak – anak mereka.

“Sekolahnya sangat sederhana. Saat awal – awal berdirinya, anak – anak itu dulu mengikuti proses pembelajaran di sebuah berugak. Syukur sekarang mereka sudah mempunyai gedung, meskipun sangat sederhana dan penuh keterbatasan,” ujarnya.

Meski mengenyam pendidikan di tempat yang sangat terbatas, siswa – siswi yang menjadi peserta didik di sekolah itu sangat antusias untuk belajar. Diantara pelajar yang bersekolah disana memiliki cita – cita yang menginspirasi.

“Semangat dan antusiasme mereka yang menjadi pelajaran berharga bagi kami. Meski keberadaan mereka di lokasi yang terpencil, tetapi mereka menolak untuk menjadi generasi yang tertinggal. Itu sebabnya kami mendistribusikan buku – buku bacaan sebagai referensi yang dapat menambah wawasan para pelajar,” bebernya.

Selain membantu meringankan beban para peserta didik di Pelosok KLU itu, komunitas penjelajah ini juga berencana untuk menggalang dan menyalurkan bantuan kepada peserta didik yang bermukim di Gili Rei. Para pelajar yang lahir di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur itu setiap pagi harus “bertarung” melawan hempasan ombak ketika menyebrang menggunakan perahu. Pasalnya, siswa – siswi di sekolah tersebut harus menyebrangi lautan dari Gili Rei menuju Gili Beleq. Alasannya, di Gili Rei belum ada sekolah yang dapat memfasilitasi proses pembelajaran mereka.

“Kemungkinan, akhir September ini kita akan kesana. Sekrang kita masih fokus untuk menggarap pameran komunitas. Kita dilibatkan untuk tampil di LCC dalam rangka memeriahkan kegiatan bulan budaya,” tandasnya.

Kontribusi Pariwisata

Selain aktif dalam kegiatan – kegiatan sosial, komunitas yang sering mengeksplorasi alam ini juga memiliki kontribusi dalam dunia pariwisata. Beberapa objek yang memiliki nilai estetika dan daya tarik diperkenalkan secara luas melalui media sosial. Tak jarang, kawasan – kawasan yang diperkenalkan itu akhirnya menjadi ramai dikunjungi orang – orang yang ingin bersafari.

Seperti dikemukakan Koordinator Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Komunitas Jelajah, L. Fanstia. Sebagai pemuda yang peduli terhadap daerahnya, mereka merasa punya tanggung jawab untuk mempromosikan pariwisata. Generasi muda memiliki peran yang besar terhadap sektor unggulan nomor dua di NTB ini. Alasannya, dalam perjalanan kedepannya, anak – anak muda menjadi bagian dari tulang punggung penggerak industri pendongkrak kemaslahatan ini.

“Kemanapun kita nge-trip, misalnya kita menemukan spot – spot baru yang potensial dijadikan objek wisata itu pasti kita share informasinya. Dengan begitu, aspek ekonomi masyarakat yang berada di sekeliling kawasan yang memiliki sumber daya dalam dunia pariwisata itu bisa mengalami peningkatan. Aktifitas pariwisata dapat menopang pendapatan ekonomi mereka yang terbatas,” jelasnya.

Hampir seluruh spot atau objek di kawasan tertentu yang memiliki potensi dan daya tarik dalam bidang industri pariwisata telah dijamah oleh komunitasnya. Khususnya di Pulau Lombok, objek – objek yang tersembunyi itu ditelusuri, diabadikan kemudian dipublikasikan melalui jejaring sosial.

Pada dasarnya, komunitas yang diawaki sekitar 25 orang tersebut didirikan sejak Desember 2014. Untuk menjadi bagian dari anggota penjelajah, terdapat beberapa karakter yang menjadi kriteria yang harus dimiliki penjelajah. Bahwa tiap – tiap penjelajah harus mampu bersikap humanis, rendah hati, pandai bergaul, mampu bekerja dalam sebuah tim, memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap alam dan lingkungan, mempunyai empati sosial. “Dan juga harus humoris serta bisa diajak bercanda. Komunitas ini menjadi wadah bagi kita untuk belajar mendewasakan diri,” katanya.

Aktifitas penjelajahan yang dilakukan juga menjadi ajang mengasah kepekaan masing – masing individu yang terlibat dalam sebuah tour. Seperti halnya saat mereka mendaki Gunung Rinjani yang berketinggian mencapai 3726 meter diatas permukaan laut (mdpl). Tidak ada istilah bercerai – berai dalam kamus komunitas mereka yang berpotensi dapat saling menelantarkan di tengah jalan.

“Ketika kita menjelajah, tidak ada yang boleh ditelantarkan. Itu prinsip. Suatu kecelakaan dalam sebuah komunitas, jika sampai terjadi hal seperti itu. Misalnya ketika kita pergi mendaki, atau kemana saja. Kita berangkat delapan orang dalam satu rombongan, maka yang harus kembali dengan anggota tim yang utuh,” ungkapnya.

Proses seperti itulah yang membuat rasa empati kemanusiaan serta kepekaan sosial diantara mereka semakin terasah. Idealnya, sosok penjelajah harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia.

“Membangkitkan rasa kepedulian itu yang penting. Kita harus sama – sama saling peduli sehingga tercipta suasana yang rukun dan harmonis. Rasa kepedulian tidak hanya untuk sesama anggota, tetapi kita juga harus berempati pada setiap orang, tanpa peduli seperti apa latar belakang kehidupan orang yang membutuhkan bantuan kita,” tandasnya.

Peduli Lingkungan

Selain menumbuhkan rasa kepedulian sosial, komunitas yang baru berusia satu setengah tahun ini juga berupaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Tiap – tiap anggota diwajibkan memiliki rasa kecintaan yang tinggi terhadap alam. Tujuannya demi menggerakkan generasi agar menjadi pionir pelestarian alam.

“Kita menyadari bahwa alam ini merupakan wadah dari segala bentuk kehidupan. Untuk itu, demi keberlangsungan hidup, ya kita harus memelihara lingkungan kita dengan baik. Itu sebabnya, kita tumbuhkan rasa kecintaan pada lingkungan,” jelas Sujatmiko, Seretaris Jelajah Lombok.

Upaya pelestarian lingkungan syogyanya bisa dimulai dari diri sendiri. Tiap – tiap individu harus diberi kesadaran mengenai arti penting menjaga kebersihan. Tiap – tiap individu harus berupaya mengurangi “kontribusinya” dalam memproduksi sampah. Hal tersebut patut dilakukan demi mengurangi dampak kerusakan alam akibat sampah.

“Soal sampah dan kebersihan ini juga memiliki kaitan yang erat dengan masa depan dunia pariwisata kita. Kalau kita tidak pandai merawat kebersihan, lalu bagaimana wisatawan bisa merasa nyaman saat melancong ke daerah kita,” tegasnya.

Lebih – lebih, persoalan kebersihan dan sampah masih menjadi persoalan yang menghambat kemajuan industri pariwisata NTB. Data yang dihimpun Koran ini, volume sampah yang dihasilkan, khususnya di kawasan pariwisata Gili Trawangan mencapai angka 20 ton setiap hari. Meski pelaku pariwisata di wilayah setempat memiliki alat untuk pengolah sampah, namun kuota sampah yang berhasil diolah tidak lebih dari angka 15% dari jumlah keseluruhan.

“Dengan adanya situasi seperti itu, maka ini artinya harus ada pola yang dirubah dalam strategi penanganan sampah kita. Menurut saya, selain menciptakan alat pengolah sampah, kita juga penting untuk berupaya meminimalisir volume sampah yang diproduksi sehari – hari,” tandasnya.

0

Melasti Ritual

Melasti Ritual

Melasti ritual
On March 28, 2014, the Society of Hindus in the island of Lombok implement Uapacara Melasti Beach Shores melase. The ceremony held before the celebration of Nyepi. it is one step cleanse themselves both physically and spiritually.

1

DESTINASI RAYA NUSA BAHARI

BEDUGUL, DENPASAR, PULAU BALI

                    Bedugul adalah sebuah tempat wisata yang asyik, unik, dan menarik. Letaknya persis di bagian utara denpasar timur pulau bali. Perjalanan memuncak menuju ke sana juga sangat indah sehingga para wisatawan yang menuju ke tempat itu tidak akan pernah merasakan yang namanya penyesalan atau kesia – siaan. Dibedugul terdapat pura (tempat penyembahan) yang sakral bagi orang hindu yang beada di tengah danau.

Image

WADUK WONOREJO, JAWA TIMUR

                    Waduk wonorejo merupakan sebuah tanggul yang sekaligus menjadi lokasi wisata lokal. Waduk ini terletak disebuah puncak yang ada di daerah Tulung Agung Jawa Timur. Destinasi alamnya tidak kalah indah disbanding tempat – tempat wisata lainnya. Bedugul juga menyimpan rahasia unik yang menjadi kepercayaan berlanjut dan diyakini oleh masyarakat sekitarnya. Sehingga rahasia tersebut menjadi kearifan lokal dan mampu menjaga kelestarian danau tersebut.

Image

       NGAYU – AYU, PERAYAAN ADAT ­­Oleh MASYARAKAT SEMBALUN LOMBOK

Situs turunan dari nenek moyang (para leluhur) masih dipertahankan dengan arif oleh orang – orang sasak daerah sembalun kecamatan bumbung Lombok utara. Ngayu – ayu adalah sebuah prosesi adat yang dirangkaikan dengan berbagai jenis kegiatan lainnya. Ngayu – ayu ini diyakini masyarakat setempat sebagai peringatan sekaligus pemanjatan doa agar bumi sasak Lombok tercinta tetap dihembusi iklim kedamaaian. Perayaan ini dilakikan berkala yakni tiga tahun sekali.

Image

GILI TRAWANGAN

Pusat wisata lokal maupun asing yang paling populer di pulau Lombok adalah gili trawangan. Gili trawangan merupakan pulau kecil berpasir putih tanpa gunung merap. Gili ini menyimpan sejuta destinasi yang dapat diperitungkan dalam kancah internasional.

Image

SENGGI BEACH

Senggigi juga lokasi wisata yang terkenal dalam kancah nusantara. Ini dikarenakan senggigi merupakan pantai pertama yang dijadikan sebagai tempat pariwisata pertama di pulau Lombok. Keindahan dasar lautnya memikat para penyelam untuk menjelajah  didasarnya, (tempat snorkeling terbaik).

Image

3D MONUMET

Lukisan tiga dimensi ini mencerikan sejarah kerajaan yang ada di pulau dewata. Semenjak zaman kerajaan sampai zaman prakemerdekaan. Lukisan ini  diabadikan masyarakat bali dan terletak dibilik – bilik dinding monument perjuangan rakyat bali, Denpasar timur.

Image

PANTAI SKONGKANG

Pantai lika – liku satu ini adalah kekayan alam yang dimiliki oleh pulau Sumbawa. Destinasi yang dihembuskannya tidak hanya dapat dirasakan oleh penglihatan saja namun udara sejuk dapat kita rasakan karena hijaunya dedaunan yang mengelilingi sepanjang pantainya.

Image

“itulah tujuh diantara sejuta icon pariwisata daerah kekayaan nusantara bahari Indonesia”

0

­­­­­­­Tuan      Kepada Bunga Biduan Usah daku simpan ini

­­­­­­­Tuan

     Kepada Bunga Biduan

 

Usah daku simpan ini rasa sampai maut

Biar terik tetap terkabut

Beserta hujan basahi laut

 

Pandang pula gerik mentari

Apakah bisu sampaikan janji

Semenjak biksu mencekik budi

Padakah malam tapakan suci

 

Bulan sedikit mengintip

Pada jendela yang tertitip

Pesan singkat tanpa selotip

Jibaku ulur tak telah sampai dari khatip

 

Menatap kelak rindu

Pada mata juga baju

Lusuh tak sebab kuku – kaku

Bunga – bunga wajah biru melayu

 

Wajah ayu tak tidak cantik rupa

Walau kayu membujuk renta

Dibising kuping srigala

 

Akhirlah gulung pandan

Dengan ujung tajam bulan

Karena daku sebuah permainan

Kerdil hati “semua tipu tuan”

          

           Mei 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerdil

 

Hujan tak telah begitu deras untuk

Dikutuk sebuah waktu kandas terpatuk

Burung melati bersayap biru lapuk

 

Kejayaan masa ria tak bentuk bila terukur

Mundur selangkah demi selangkah belabur

Sungai melebur alam jaya penuju arah kubur

 

Mespati surat tempo lalu

Rupa kenangan masa rindu

Bencana pengapar senda

Gurau haru mendampar duka

 

Kasih kerdil bunga cinta bunga

Biduan segala srigala semenjak purba

Mesin menyala roda kuda tak henti berdua

 

Kan daku ucap selamat datang

Bagi angsa berbujuk pandang

Semesti dahulu daku diterjang

Badai awan penutup telanjang

          

           Mei 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berkerdil hati

 

Bangkai yang kau pernah bingkai

Berkerdil hati menerima dikau kembali

Bagai mengundang pedih tanpa tari

Bagai mengundang bahagia pelipurlari

 

 

Adakah tapak suci tempatmu meminta

Tempatmu memasang lilin juga mantra

Bila daku bisa terbuka

Kugurui ilmu yang dikau punya

 

Diku, daku, diku, daku.

Begitu saja dalam kisah kencana

 

Selanjut masa telah menyala

Kelahiran akrobat cinta

Ternobat dinya

Pemadam hati sekaligus pembuka jendela

Samoga dikau dan dinya berernobatan bahagia

Pula diku bersama dinya saling setia

.Amin

 

                Mei 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kekembang bulu

 

Dalam sesekali aku bernafas

Ada sebuah wangi yang berputar

Disekitar wajah sedang bundar

 

Dalam sesekali. aku berlafas

Ada sebuah janji harus kudengar

Disekitar arwah asmara tertukar

 

Kembang bulumu yang mekar

Menghantar birahi sampai gemetar

Tertiup pucuk berkelahi pintu kamar

 

Juni 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keracunan

 

Bak buah manis nan beracun

Begitu rasa ini kutelan melamun

Mataku sudah merah karena darah

Jantungku usah terbasah amarah

 

Katakan aku keracunan cinta musabab

daku telah mati semenjak hari ini

 

                Juni 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hari kesembilan

 

Bukankah hari itu hanya sebatas tujuh?

Entah mana engkau tahu?

Ataukah tuhan berbisik padamu?

 

Ya.

 

Menurut orang pintar hari itu hanya tujuh

Namun  pandangan orang sasak itu hari

Punya ahad.

Temuan orang gila mengubah fakta

Itu hari satu hanya disebut matahari

Tanpa ada telingahari dan kumis hari

Bahkan ketiakhari

 

Hanya orang sasak dan pintar lalu

Menggila yang punya hari sejumlah Sembilan

 

                Mei 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kekembang

 

Kekembang tujuh rupa

Telah sampai api menyala

Dengan batu kertagama

Pucuk ayu raden sandiwara

 

Masa – masa biru gegabah

Ranting kayu warni warna

Lesu setelah

Pelanting batu

 

Kekembang mulai menyala

Meliuk – liukkan tarian dupa

Memutus – mutuskan sahabat

Bencana.

           Mei 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dosaku dosamu

 

Belah bulan setengah berarak

Kuncup hidup senyap berawak

Kidung rindu pulang menanak

Waktu jalan melamban galak

 

Srigala maut mengutip pesan

Pada hujan bebatu nisan

Bergoyang lenggang menutup badan

Bisu rupa, warna tiup tuan

 

Pada surya usah meminta

Sekarung usia cukup tak makna

Tanpa rindu pada Sang Esa

Leburlah karma jiwa berdosa

 

           Juni 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     Pucuk damai

 

Senin mungkin pucuk yang damai

Temani daku bersama yang bisu

Cangkir kopi plastik selalu menyuntik

Tenangkan dada tanpa yang cantik

 

Biru laut sengaja memerah

Saat senja senyap berkata

Rindu biduan selama barokah

Kerabat duka teman menyala

 

Tuhan. Sampailah hariku bunyi

Batu terketuk riangkan hati.

 

           Juni 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterasingan

 

Dalam sebuah keterasingan

Kutekuk bayang telah lama hilang

Menepuk jejak tawa dalam gersang

Dalam buah yang merah selaput parang

 

Dalam sebuah keterasingan

Kuurai kisah kembali kemasa kelam

Tertuai dalam mangkuk kebekuan

Malam mengamuk raksasa kematian

 

Dalam sebuah keterasingan

Kukubur dalam dalam sebuah

Kisah tanpa aroma

Sedikitpun wangi dalam kegelapan

 

Dalam sebuah keterasingan

Aku

 

     Juni 2013 M

    

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kematian

 

Jika ini nanti mampu dikata ulang

Kututup lalu matamu dengan tenang

Dengan tanpa penuh keragu-raguan

Bahwa Tuhan menggaris kita

Menuju kematian

 

Sengsara hanya batas sudut pandang

Diri – diri yang menari bagai pedang

Yang menyala diatas kematian

Para raja yang lari dari pematang

 

Bahwa kubersumpah karena mati

Adalah takdir siluet menanti

Pada ujung langit gerbang kerinduan

Terhadap Tuhan juga nisan

Batu karang

Mengangkang kredo kematian

 

     Juni 2013 M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sampai

 

Sampai titik terahir

Kuagung nama yang Agung

sungguh Agung bukan patung

persembahan para pemulung

lalu mengaung bagai srigala

yang bernaung dibawah gunung

agung

kusampai salam agung kepada Engkau

yang  sungguh Agung

          

     Juni 2013

puisi – puisi Sahmat Darmi, Mahasiswa kelahiran Dasan Lekong, Lombok NTB pada 11 Desember 1992 M

0

sajak kemalaman

Berarti  menghadap

Berhadap – hadap

Pada bebatu nisan renta telah kupelajari kesah

Seribu pelik bahkan noda – noda musik kehidup

Masa dahulu hingga kelak                 

 

Dengan apa maniup apa agar hidup bermakna sirih

kapur pinang disekat dalam lubang yang sama

penginang kehidupan ia lah wajah kehidupan

sejah teratai menjalar menemu masa sirih

berarti selembar sirtifikat dari tanda tangan Tuhan

 

penentu jalan

pinang berarti segumpal jantung kepal

akar getar tak pudar

serta kepur berarti lebur dalam gugur yang

ikhlas hidup adalah mati yang tertandu – tanda

 

nisan

berhadap – sudut  lain

lihatlah pula setia tak tuntut peser

kepada apa

apa untuk berdamping sampai genting

maskahwin mereka hanya selembar kafan

kembang rampai pernikahan

 

nisan berarti menghadap

kepada Esa Maha Setia

 

Mei 2013

Terhadap nista

Nestapa panggilku

Kabar nista dalam dirimu

Sedang mengapa

 

Ia lalu menetes – neteskan

Air bening menyalipi hidung

 

Kuambil semua sikap

Penenangan jiwa yang

Sedang basah dilanda

Hujan bulan bulan

 

Nista lembut ku

Panggil dari sejak

Kejauhan

 

Ia lalu menoleh kedepan saja

Pun tak tidak pernah

Menestapa sama sekali

Bisiknya

 

Mei 2013

 

 

 

 

 

 

 

Ini zaman

Dua kosong satu tiga

Matahari telah semakin dekat

Pada tekat semua kerabat

Revolusi kami semakin renta

Terhadap pemanjangan putaran kereta

Arloji

 

Dua kosong satu tiga

Kode ketidak berhasilan

Mode pencetak peradaban

Zaman telah korupsi membabi

Buta akan setiap mata manusia

 

Dua kosong satu tiga

Pula pengetuk aksara pembentuk

Sebatas permainan politik berdasi

Dua

 

kosong satu tiga

Warna pelangi hitam serupa

Ini zaman?

 

Mei 2013

catatan : penulis adalah sahmat darmi, lahir di dasan lekong, 11 desember 1992

0

sajak dijenjang mei

Topi miring

Aku bertopi miring selalu sampai kepada tengah malam

Pondar – pandir sang dia sangat kelelahan disudahkan

Pada topi kusut sebuah jangkar kapal yang unik kira digambar

Bahkan aku bukan seorang pelaut yang pandai merenang keringat

Lalu entah apa gelap selalu pulang  kepada tengah malam

Bersama topi miring ditangan kanan

Mei 2013

Wajah angsa tampabe

Dikerubungi anak – anak

nakal berkumis

tebal

Berpakai dasi baju

empati dengan                                                 tangan berbesi

Korupsi kebiasaan yang          lumrah tanpa salah

 

Kemerdekaan                                                  tidak ada ruang

                                    Bagi ketulusan

lalu diisi kolosi                                                paling basi

Lalu lintas penjajanan                         hukum paling gurih

Kue kue jalanan menjalar                                masa ke masa

Demi menghirup seteguk nafas tuk pagi yang

Esok tiba bersama jeratan hutang piutang

Kemelut bangsa ini menjadi api         

adalah redam

Maut angsa ini didepan mata pemakaman

Mei 2013

SENJA KECIL DIKOTA TUA

Dinding lapuk setengah lebur

Telah melepuh

Tangan tangan suci pernah basi

Tamaram lampu tempel

Wahana kelabu dibalik bukit kelana

Mataku sayu terpana asmara

Mahkota tua rambut beruban

 

Bising kendaraan adalah mawar

Penghias taman

Sekilas kudapati pak umar

Mengelus istri keduanya

Kemudian ditungganginya

Menari dengan dayung

 

Telah sekian pengap

Kudendang bersama sunyi

Selendang sukma menyanyi – nyayi

Api dikibar punya getar

Getir birahi pula memudar

Seelok kaca purnama

Dinding kering punya darah

Langit kuning beremas

Belah basah layar tenggelam kapal menyelam

Pelabuhan karam senja kecil senandung bintang

Mahkota tua

Mei 2013

Kembang kertas

Bunga teridah dalam tidur adalah mimpi memeluk tubuh bulan yang tak seindah apaapa

Diam diam berenangi keringatmu sampai basah ujung kepalaku

Tanpa sadar penuh aku telah luput pada Tuhan

Begitu indahnya kertas ini bila terkembang rambut yang legam

Hujan air, mata telah sampai kepada langit

Sebidang feno menatak tersejarah kala langit bernama ungu

Kibaslah kebelah belah sayap menuju biru

Tiba sepohon rambutmu jatuh sebagai kembang kertas itu

Sebagai salju kembangan kertas yang lesu

Mei 2013

catatan : sahmat darmi lahir di dasan lekong 11 desember 1992, mahasiswa perguruan tinggi di universitas mataram fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

0

Puisi janda muda

Oleh sahmat darmi

Setiap hari inginku gaulimu dengan tinta basahkau

Beberapa bait ini adalah lengking tubuhmu yang indah

Sekarang kau sedang telanjang?

Hendak segera kutikam  ranjang

Berbsik pada kupingmu yang lentik

Bahwa dikaulah istriku yang tercantik

Belai rambutmu yang basah

Bila esok hari yang resah

Engkau tertidur kapar dihadapanku

Lalu matamu menarik seluruh badanku dengan nafsu

Sementara aku terus memegang

Dan menggores – goreskannya di seruh badanmu

Tinta itu mengucuri seluruh tubuhmu yang manis.

April 2013